Terapi Seni Guna Melatih Keterampilan Penderita Disabilitas Mental di Margo Laras Pati

  • Bagikan

PATI – Pengertian penyandang Disabilitas Mental adalah Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) merupakan orang yang memiliki gangguan fisik, mental, maupun pertumbuhan, sehingga orang tersebut beresiko gangguan jiwa.

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan orang yang memiliki gangguan perubahan, cara berpikir, emosi, perasaan dan tingkah laku sehari-hari sehingga sulit berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Di Indonesia yang mengalami disabilitas mental sangatlah banyak, WHO memperkirakan sebanyak 450 juta orang diseluruh dunia memiliki gangguan mental.

Menerapkan Ketrampilan menggunakan terapi seni bagi penyandang disabilitas mental sangatlah penting untuk menumbuhkan semangat hidup dan kesembuhan bagi mereka.

Walaupun orang yang sudah terkena gangguan mental maupun jiwa tidak 100 persen bisa sembuh total hanya pulih saja dari gangguan mental tersebut.

Berdasarkan pengalaman PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) saya di tempatkan di lembaga Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental atau bisa di singkat (BRSPDM) Margo Laras Pati.

BRSPDM merupakan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental yang ada di Margo Laras Pati tepatnya di desa sukoharjo kecamatan margorejo kabupaten pati.

BRSPDM atau Balai Margo Laras Pati merupakan unit pelaksanaan teknis yang berada dibawah dan tanggung jawab kepada Direktorat Jendral Rehabilitasi Sosial Kementrian Sosial Republik Indonesia yang mempunyai tugas melaksanakan Rehabilitasi Sosial Kepada Penyandang Disabilitas Mental.

Selain itu ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) adalah layanan rehabilitasi sosial yang menggunakan pendekatan berbasis keluarga, komunitas atau tempat tinggal secara dinamis, integrarive dan komplementari, melalui kegiatan dukungan pemenuhan hidup layak, perawatan sosial atau pengasuhan anak, dukungan keluarga, terapi sosial psikologis (fisik, psikososial, dan mental spiritual), pelatihan keterampilan dan kewirausahaan, bantuan dan asistensi sosial serta dukungan aksesibilitas. Kegiatannya meliputi:

  1. Pemenuhan hidup layak
  2. Perawatan dan pengasuhan
  3. Dukungan keluarga
  4. Terapi fisik, psikososial dan mental spiritual
  5. Pelatihan vokasional dan pembinaan kewirausahaan
  6. Bantuan dan asistensi sosial
  7. Dukungan aksesibilitas

Kegiatan selama PPL di margo laras pati saya melakukan observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi masalah PM (penerima manfaat) yang ada di margo laras, di lembaga tersebut untuk mengatasi disabilitas mental ada kegiatan terapi seni.

Terapi seni adalah untuk melatih ketrampilan para disabilitas mental yang ada di BRSPDM Margo Laras Pati. Terapi seni yang dilakukan di BRSPDM Margo Laras Pati yaitu dengan menggabungkan teknik psikoterapi dengan proses kreatif untuk meningkatkan kesehatan mental penerima manfaat.

Menurut American Art Therapy Association mencirikan terapi seni sebagai pendekatan terhadap kesehatan mental yang memanfaatkan proses penciptaan seni untuk meningkatkan kesehatan mental, fisik, dan emosional.

Terapi Seni sebagai terapi gangguan jiwa dapat digunakan untuk mengobati berbagai gangguan mental dan tekanan psikologis.

Namun, dalam beberapa kasus terapi ini dapat dikombinasikan bersama dengan teknik psikoterapi lainnya seperti terapi konseling kelompok, konseling individu atau terapi perilaku kognitif.

Tujuan terapi seni sendiri untuk penerima manfaat adalah memanfaatkan proses kreatif untuk membantu penerima manfaat menemukan ekspresi diri dengan demikian, penerima manfaat menemukan cara baru untuk memperoleh wawasan pribadi dan mengembangkan keterampilan baru.

Teknik yang digunakan dalam terapi seni yang ada di Margo Laras Pati yaitu dapat mencakup beberapa seni yaitu menggambar, membatik, mewarnai, membuat dompet dari kain, atau membuat suatu barang dari anyaman.

Saat penerima manfaat menciptakan seni, mereka mungkin menganalisis apa yang telah mereka buat dan bagaimana perasaan mereka.

Dengan menemukan karya seninya, penerima manfaat dapat mencari tema dan konflik yang dapat mempengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku mereka.

Berdasarkan pengalaman PPL saya disana BRSPDM Margo Laras Pati pelayanannya sangat baik dari segi penanganan, kegiatan, dan fasilitas yang ada disana.

Selain itu meraka dilatih ketrampilan bekal kehidupan sesudah pulih pasca disabilitas mental.

Dari hasil pengamatan yang saya lakukan mereka dilatih membatik dan membuat karya-karya lain, dengan keterbatasan mental meraka bisa membuat karya-karya cantik yang bisa di jual dengan harga terjangkau. Berikut karya-karya para disabilitas mental:

Gambar di atas merupakan batik yang di buat oleh para disabilitas mental di Margo Laras Pati batik tersebut dijual dengan harga 150 ribu hingga 200 ribu. Selain itu juga ada cara pembuatan tersendiri berikut gambar proses pembuatannya:

Diblur untuk melindungi privasi

Gambar karya-karya lain yaitu sebagai berikut:

Kegiatan terapi seni tersebut untuk membekali PM (Penerima Manfaat) untuk melakukan, menemukan, dan menjelaskan cara hidup lebih memuaskan dengan cara membuat karya-karya yang ada di atas.

Guna untuk membekali kelanjutan hidup mereka dengan layak. Penerima Manfaat memahami dan menjelaskan pandangan mereka terhadap kehidupan mereka pasca sembuh dari gangguan mental.

Dari sini kita dapat memahami bahwa para disabilitas mental bisa mengembangkan potensi mereka melalui terapi seni. Dengan keterbatasan mental yang mereka miliki, mereka punya kelebihan tersendiri untuk bisa di kembangkan dengan baik, selain potensi mereka yang tinggi para penerima manfaat yang ada di BRSPDM Margo Laras pati antusias semangatnya begitu tinggi.

Dari antusias tersebut bisa menghasilkan karya-karya yang bagus untuk di apresiasi dan dijual. Karena yang membuat para disabilitas mental karya-karya tersebut memiliki nilai tinggi, dan banyak di minati para donatur.

Saya sebagai peserta PPL di BRSPDM Margo Laras Pati sangat bangga dan terharu atas karya-karya mereka yang bagus dan unik.

Seorang yang punya gangguan mental juga bisa berkarya dan mereka bisa, kita sebagai orang normal sudah sepantasnya bersyukur dan memberi dukungan penuh untuk mereka para disabilitas mental.

Oleh: Diyah Amirotun Nisa’

  • Bagikan