Perlunya Mengupas Tuntas Makna Moderasi Beragama Ditengah Hiruk-Pikuknya Keberagamaan

  • Bagikan

PATI – Indonesia sebagai sebuah negara yang memuat banyak sekali keberagaman yang terdiri dari keberagaman suku, bangsa, bahasa, adat istiadat dan agama, sekarang ini seringkali diterpa isu tentang radikalisme.

Dari berbagai macam keberagaman yang dimiliki negara Indonesia, keberagaman agama menjadi yang terkuat dalam membentuk radikalisme di Indonesia.

Munculnya kelompok-kelompok ekstrem yang kian hari semakin mengembangkan sayapnya difaktori berbagai hal seperti sensitifitas kehidupan beragama, masuknya aliran kelompok ekstrem luar negeri, bahkan permasalahan politik dan pemerintahan pun turut mewarnai maka ditengah hiruk-pikuk permasalahan radikalisme ini, muncul sebuah istilah yang disebut “Moderasi beragama”.

Pada hari Kamis (16/09/2021) mahasiswa KKN IK 2021 IAIN Kudus Posko Kayen 2 Pati mengadakan seminar tentang moderasi beragama dengan tema “ Membangun Karakter Moderat di Tengah Keberagaman” dilaksanakan secara offline di rumah bapak Kepala Dusun 2 Desa Brati, dengan mematuhi protokol kesehatan, selain itu juga melalui live streaming Instagram.

Acara tersebut dihadiri oleh dua narasumber, dari Pendeta dari Dukuh Gower Desa Karangawen, Tambakromo, Pati yaitu Bapak Madi Utomo dan Ustadz dari Dukuh Pedak, Kayen, Pati yaitu Bapak Ahmad Rois, dan para perangkat desa, masyarakat Dukuh Pedak serta seluruh Mahasiswa KKN IK 2021 IAIN Kudus Posko Kayen 2 Pati.

Pemateri pertama oleh Bapak Madi Utomo menyampaikan bahwa dalam keberagamaan kita harus pupuk dan galang dalam menumbuhkan rasa agar terbangun kesatuan dan kebersamaan serta saling menghormati dan menghargai agama orang lain.

Sedangkan untuk pemateri kedua yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Rois menyampaikan bahwa kita sebagai warga Indonesia harus saling menjaga keberagamaan ditengah-tengah perbedaan keberagamaan.

Dalam hal ini kita harus bertoleransi sesuai dengan falsafah yang ada dalam Pancasila, yaitu pada sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” pada intinya, kita bebas memilih agama sesuai dengan kepercayaan kita masing-masing, dan senantiasa menebarkan kedamaian dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun.

Beragama itu menjaga hati, menjaga perilaku diri, menjaga seisi negeri dan menjaga jagat raya ini.

Penulis : Mahasiswa KKN IK 2021 IAIN Kudus Posko Kayen 2 Pati

  • Bagikan