Perluas Jaringan Pemasaran Melalui Digital Marketing, Wujud Peningkatan Potensi Ekonomi Desa Jepang

  • Bagikan

Desa Jepang terletak di Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Desa ini memiliki tiga kelurahan yaitu Jepang, Pendem Wetan, dan Pendem Kulon. Tidak hanya nama desanya yang unik, tetapi juga kekayaan alam yang memiliki potensi untuk dibuat kerajinan serta dapat menambah penghasilan masyarakat setempat. Hal ini dikarenakan banyak pohon bambu yang sedari dulu telah digunakan sebagai bahan dasar kerajinan.

Dalam pemanfaatannya, bambu-bambu tersebut diolah menjadi berbagai macam produk yang memiliki nilai tinggi dan dijual dengan harga yang terjangkau. Hasil kerajinan bambu yang dibuat oleh masyarakat setempat sangat relevan dengan kebutuhan sehari-hari seperti wakul, besek, dinding bambu, engkrak, piring bambu, tampah, dsb.

Sejarahnya, sejak dahulu desa ini terkenal melalui kerajinan bambunya. Hal ini telah diusulkan dalam UMKM, seperti telah dijelaskan oleh Supriaji selaku kepala dusun desa Jepang, “Dulu pernah diusulkan dalam program UMKM namun tidak jadi dikarenakan sentra bambu atau kerajinan bambu disini memiliki daya saing rendah dibandingkan dengan sentra bambu di luaran sana.” (20/09/2021)

Hal ini seharusnya menjadi suntikan semangat untuk para pengrajin agar mengembangkan kreatifitasnya dan membuat kerajinan lain yang banyak jenisnya sehingga dapat mengikuti laju zaman. Dengan begitu, diharapkan sentra bambu yang ada di desa Jepang dapat terus terlestarikan.

Dewasa ini, tidak ada yang tidak mengenal sosial media. Seluruh kalangan, khususnya penjual banyak yang mengambil manfaat dari sosial media, yakni digital marketing, dimana dapat memperluas jaringan pemasaran. Hal ini, mahasiswa IAIN KUDUS yang tengah melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PKL) di desa Jepang, kec. Mejobo, kab. Kudus mengusulkan program digital marketing kepada masyarakat khususnya penjual dan pengrajin agar dapat menambah konsumen yang tidak hanya di sekitar Jepang tetapi juga di luar kota.

Program ini dimulai dengan observasi terlebih dahulu, dan mencari penjual yang belum begitu paham dunia sosial media atau digital marketing untuk dibantu dan dicarikan strategi tepat tentang bagaimana cara agar dapat memperluas jaringan pemasaran. Setelah itu, mahasiswa PKL membuatkan akun sosial media seperti Facebook dan marketplace sebagai wadah untuk mempromosikan produk tersebut. Selain itu, mereka juga membantu memfoto produk agar menarik. Foto produk yang menarik bisa meningkatkan engagement serta menjadi branding bagi produk itu sendiri, Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan marketing melalui media sosial.(*)

Penulis : Nurul Khomsin Amaliyyah

  • Bagikan