Dampingi Belajar Anak SD Pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Jepang Mejobo Kudus

  • Bagikan

KUDUS – Desa Jepang merupakan desa yang terletak di kecamatan Mejobo kabupaten Kudus. Desa ini memiliki tiga dukuh yaitu dukuh Jepang, Pendem Kulon, dan pendem wetan.

Masyarakat di desa Jepang mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai buruh pabrik sehingga jarang sekali orang tua mereka bisa mendampingi saat belajar online.

Pada umumnya bimbingan belajar selama ini dianggap mengurangi waktu bermain anak, namun telah terbukti bahwa bimbingan belajar dapat memberikan nilai lebih pada proses belajar anak.

Terlebih di masa pandemi covid-19 ini siswa kurang mendapatkan bimbingan belajar dari guru.

Sehingga dalam hal ini penulis melakukan aktifitas bimbingan belajar di balai desa Jepang.

Pelaksanaan bimbingan belajar ini terdiri dari 10 mahasiswa dari kampus IAIN KUDUS dan 8 siswa dari SD 03 Jepang, untuk pelaksanaanya dibagi beberapa kelompok belajar.

Bimbingan belajar merupakan salah satu bentuk layanan bimbingan yang penting untuk diselenggarakan.

Pengalaman menunjukkan bahwa kegagalan-kegagalan yang dialami siswa dalam belajar tidak selalu di sebabkan oleh kebodohan atau rendahnya intelegensi.

Seringkali kegagalan itu terjadi disebabkan karena mereka tidak mendapatkan bimbingan belajar yang memadai saat daring.

Guru dan orang tua mempunyai peran aktif dalam membantu proses belajar siswa dirumah, peran orang tua sangat penting untuk membimbing dan mengajari anaknya dengan baik dirumah.

Banyak kendala yang dihadapi oleh orang tua saat membimbing, terutama mengajari anaknya jika ada kesulitan dalam belajar.

Bimbingan belajar di desa Jepang dilaksanakan secara tatap muka agar anak-anak faham dengan materi yang akan dibahas.

Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa PPL IAIN KUDUS berperan aktif dalam proses membantu mengatasi dampak pandemi covid-19 dalam aspek pendidikan di Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus melalui salah satu program pendampingan belajar gratis bagi anak-anak tingkat sekolah dasar.

Rata-rata anak yang ikut bimbingan belajar di desa Jepang mereka masih duduk di kelas 4 hingga kelas 6, dan mereka bertempat tinggal disekitar lokasi balai desa Jepang.

Pendampingan belajar dilakukan dengan tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak saat proses bimbingan belajar berlangsung dan mencuci tangan sesudah atau sebelum kegiatan.

Kami mendampingi anak-anak mengerjakan tugas dan sedikit menerangkan terkait materi tersebut, dengan adanya bimbingan belajar mereka sangat terbantu dan lebih memahami tugas yang diberikan oleh gurunya dan sangat antusias dengan adanya pendampingan belajar dari mahasiswa IAIN Kudus.

Saran saya sebaiknya perlu adanya program pendampingan belajar siswa ditiap lingkungan RT sehingga proses belajar siswa lebih optimal dengan tingkat resiko Covid-19 yang lebih rendah.(*)

Penulis : Zahrotul Anisia

  • Bagikan