Komisi VII DPR RI Terjun Langsung Daerah Jateng Kena Dampak Banjir dan Minta Jateng Manfaatkan Dana Non APBN Untuk Tangani Banjir

  • Bagikan

Komisi VIII DPR RI terjun langsung ke sejumlah daerah di Jawa Tengah yang terdampak banjir. Para anggota DPR yang juga membidangi penanganan bencana ini memantau penanggulangan bencana.

Rombongan juga sempat meminta penjelasan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terkait penanganan bencana di kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Jateng pada Senin (15/2/2021). Dikutip dari Tribunjateng.com

“Di Jateng kami melihat bagaimana kondisi di daerah terkait penanggulangan bencana. Kami juga berharap mendapatkan banyak masukan dari kepala daerah terkait kerja kami di pusat,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI, Diah Pitaloka, di Semarang, Rabu (17/2/2021).

Pertemuan dengan para kepala daerah, kata dia, penting karena dapat meningkatkan tali silaturahmi dan komunikasi antara pemerintah Jawa Tengah serta masyarakat.

Ia menjelaskan bencana banjir tengah menerjang berbagai kawasan di Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Sejak awal tahun, banjir yang disebabkan curah hujan yang tinggi telah berdampak kepada kehidupan masyarakat.

“Beberapa daerah Pantura Jawa yang terdampak saat ini, utamanya berada di Jawa Tengah seperti wilayah Pekalongan, Semarang, Kudus, Pati dan Demak,” jelas legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Selain melakukan pembahasan terkait penanggulangan bencana dan masalah sosial yang terjadi di Jawa Tengah, Komisi VIII juga menyalurkan bantuan bencana kepada Pemprov Jateng sebesar Rp 3 miliar, dan mobil untuk penanggulangan bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf, meminta pemerintah daerah kabupaten dan kota di Jateng bisa lebih gesit dalam memanfaatkan sumber anggaran yang bukan dari APBD atau APBN.

“Banyak sumber daya non-APBD dan APBN yang bisa digunakan untuk penanganan bencana. Seperti memanfaatkan dari mitra Baznas atau Bazda dan ruang non-APBD lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, BNPB memiliki alokasi dana siap pakai yang bisa diberikan kepada masyarakat terdampak bencana. Sepanjang pemerintah daerah menetapkan darurat bencana.

Sebelumnya, pada pertemuan dengan gubernur, Ganjar menjelaskan terkait dengan bencana banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

Menurutnya, faktor curah hujan bukan satu-satunya penyebab banjir terjadi di daerah pantura Jawa Tengah.

“Jadi ini ada faktor kerusakan hutan dan alih fungsi lahan di gunung dan penurunan tanah (land subsidience) di pesisir pantai. Dan daerah pantura Jawa Tengah ini termasuk yang penurunan tanahnya cukup mengkhawatirkan,” terang Ganjar.

Dua faktor ini menurut Ganjar menyebabkan terbentuknya cekungan di Tengah kota sehingga debit air yang tinggi dari hulu tidak mengalir ke laut.

“Hal ini membutuhkan komitmen jangka panjang dengan memperbaiki tata kota serta reboisasi lahan di pegunungan. Alhamdulillah, untuk Kota Semarang itu sedang direncanakan dengan membuat tanggul laut yang juga akan menjadi Tol Semarang-Demak,” ujarnya.

Ganjar juga menyatakan bahwa Kota Semarang merupakan kota yang paling efektif dalam menanggulangi bencana banjir. Hal ini mendapat apresiasi dari Komisi VIII DPR RI.(*)

  • Bagikan