Ketegangan Negara Rusia Antara Pemerintah dan Kelompok Oposisi Semakin Meningkat

  • Bagikan

Ketegangan Negara Rusia antara pemerintah dan kelompok oposisi makin meningkat. Ada banyak seruan untuk berdemonstrasi di malam kamis oleh para pendukung Alexey Navalny. Tetapi sebelum demonstrasi ini, Vladimir Poutine menyampaikan pidato kenegaraannya kepada anggota parlemen Rusia.

Dalam pidato yang disampaikannya, Vladimir Putin seringkali mengabaikan Alexeï Navalny dan menganggapnya sebagai topic yang tak perlu dibicarakan. Padahal nasibnya telah menarik perhatian tidak hanya para pendukungnya tetapi juga banyak pemerintahan di luar negeri, khususnya negara-negara Barat. Dalam pidato-pidatonya, tak sepatah kata pun ia berbicara tentang tokoh oposisi ini. Rabu (21/04/2021). Dilansir dari Kliksaja.co

Di sisi lain, Putin berbicara panjang lebar tentang pandemi Covid-19. Dia percaya bahwa Rusia telah mengambil peran dalam menangani kesehatan. Di saat yang sama, dia meminta warga Rusia untuk divaksinasi. Harus dikatakan bahwa tingkat vaksinasi di Rusia memang masih sangat rendah, hanya 4% penduduk yang telah diimunisasi padahal negara tersebut memiliki vaksin Sputnik V yang didistribusikan secara gratis.

Vladimir Putin juga merinci langkah-langkah dukungan yang akan diberikan, khususnya kepada keluarga untuk mengatasi kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh Covid-19. Tentu saja janji ini akan direalisasikan ketika partainya menang dalam pemilihan legislatif bulan September mendatang. Namun harus diakui juga bahwa partai yang berkuasa dalam jajak pendapat nasional mendapat dukungan terendah.

Ketegangan Vladimir Poutine dan negara-negara Barat juga terjadi pada sikap terhadap situasi di Ukraina. Karena gemar menghindari topic-topik yang tidak disukainya, presiden Rusia lebih suka berbicara tentang Belarusia dan upaya pembunuhan yang diduga diderita oleh Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.

Vladimir Putin kaget dengan kebisuan negara-negara Barat terkait percobaan kudeta dan dia memperingatkan negara-negara Barat dengan sangat tegas: ” Semua negara yang akan mengatur provokasi terhadap negara kita pasti suatu saat nanti akan menyesalinya – saya harap tidak ada negara yang ingin merusak hubungannnya dengan Rusia ”.

Ancaman ini jelas menunjukkan ketegangan Vladimir Putin dengan negara-negara Barat dalam banyak hal, terutama soal demokrasi dan situasi di negara Ukraina.(*)

  • Bagikan