Jumlah Catatan Wilayah di Kudus Yang Terendam Banjir ada 13 Desa di 3 Kecamatan

  • Bagikan

KUDUS – Jumlah wilayah di Kudus masih direndam banjir. Tercatat ada 13 desa di tiga kecamatan yang masih terendam banjir sampai hari ini.
“Banjir masih menggenangi tiga kecamatan, Jati, Undaan, Mejobo dan 13 desa di Kudus,” kata Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (9/2/2021).

Dia mengatakan seperti banjir di Kecamatan Jati yang merendam tiga desa meliputi Desa Jati Wetan, Jetis Kapuan, dan Tanjung Karang. Air menggenangi 1.688 KK dengan 5.679 jiwa di tiga desa tersebut. Dikutip dari detiknews.com

“Air juga menggenangi di Terminal Bus Jati kudus dengan ketinggian 60 cm. Air menggenangi di Jalan Kudus-Purwodadi dengan ketinggian 10 sampai 30 cm. Air juga menggenangi Jalan Pantura Kudus-Demak dengan ketinggian air 30 cm sepanjang 100 meter,” terangnya.

Berikutnya di Kecamatan Undaan, ada empat desa terdampak, meliputi Ngemplak, Karangrowo, Wates, dan Undaan lor. Menurutnya banjir menggenangi 1.450 KK dengan 2.178 jiwa.

“Banjir juga menggenangi jalan masuk Desa Karangowo dengan ketinggian 20 cm. Ketinggian air di permukiman 10 cm sampai 1,5 meter,” jelas.

Lalu di Kecamatan Mejobo ada enam desa, yakni Desa Temulus, Kesambi, Kirig, Payaman, Gulang dan Jojo. Menurutnya banjir menggenangi 3.058 KK dengan 9.757 jiwa. Ketinggian air di permukiman antara 10 cm sampai 1 meter.

Diwawancara terpisah, Camat Mejobo Fitriyanto mengatakan genangan banjir masih tinggi. Seperti di Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, ketinggian air di permukiman warga mencapai 80 cm. Genangan banjir pun sudah masuk di ratusan rumah warga.

“Ketinggian di jalan permukiman 80 cm. Beberapa sudah masuk ke rumah. Lalu ada 78 jiwa di tempat yang aman posko pengungsian di SDN 2 Payaman ini untuk kegiatan mengupayakan logistik masih aman. Kita berikan makan tiga kali sehari dan kita berikan kesehatan bagi warga,” kata Fitriyanto ditemui di lokasi pagi ini.

Menurutnya di Kecamatan Mejobo ada dua desa yang parah. Yakni Payaman dan Gulang sejumlah warga mengungsi di masing-masing balai desa.

“Daerah desa Kirig dan Temulus ada genangan air cuman tidak ada sampai ke permukiman (masuk ke dalam rumah),” tambah dia.(*)

  • Bagikan