Hilangnya Generasi Penerus Pembuat Kerajinan Anyaman Bambu di Desa Jepang Mejobo Kudus

  • Bagikan

KUDUS – Siapa yang tidak mengenal bambu tanaman yang memiliki seribu kegunaan dan manfaat. Pohon bambu banyak dimanfaatkan oleh manusia melalui beberapa pengelolaan dan pengolahan.

Pohon bambu dapat dimanfaatkan dari mulai kerangka rumah hingga perabotan rumah tangga. Tanaman yang memiliki bentuk panjang ini biasanya dimanfaatkan manusia sebagai salah satu bahan pembuatan rumah seperti dijadikan dinding bambu, atap, maupun reng rumah.

Batang bambu ini juga bisa menjadi karya seni dan juga perabotan rumah tangga yang dapat memiliki nilai jual. Misalnya saja bisa dibuat menjadi alat rumah tangga seperti tampah, besek, kukusan, dan juga masih banyak lagi.

Bahkan sekarang bambu bisa di ubah dan di modifikasikan menjadi peralatan makan semacam sendok, gelas, dll dengan adanya sentuhan tangan-tangan kreatif.

Desa Jepang kecamatan Mejobo kabupaten Kudus merupakan desa yang memiliki pengrajin-pengrajin bambu. Akan tetapi pengrajin-pengrajin tersebut kebanyakan sudah berumur lanjut dan semakin berkurang jumlahnya.

Kurangnya kesadaran dari generasi penerus mengenai pentingnya melestarikan kerajinan anyaman bambu ini membuat masyarakat desa Jepang memiliki kekurangan jumlah pengrajin baru.

Adapun para pengrajin yang masih setia adalah mereka yang memang sedari dulu sudah menggantungkan hidup mereka melalui pembuatan alat-alat rumah tangga menggunakan anyaman bambu tersebut.

Menurut bapak Supriaji, kepala Dusun Jepang, “Masyarakat desa Jepang yang masih membuat anyaman bambu adalah mereka yang sudah berusia tua, dan anak cucu merekapun enggan untuk meneruskan usaha tersebut”.

Para pemuda atau generasi muda beranggapan bahwa menjadi pengrajin anyaman bambu bukan pekerjaan yang modern. Tanpa mereka sadari bahwa menjadi pengrajin anyaman bambu dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka jika mampu memaksimalkan potensi yang ada.

Salah satunya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, seperti melakukan pemasaran melalui media sosial. Selain itu mereka juga bisa mendapatkan ide inspiratif untuk menambah ide kreatif untuk menciptakan inovasi produk baru. Di masa sekarang, inovasi menjadi hal yang mutlak diperlukan untuk tetap bersaing.

Krajinan anyaman bambu ini merupakan salah satu potensi dari desa Jepang yang mana menjadi perhatian khusu bagi pemerintah desa untuk selalu mengembangkan daya tariknya.

Melihat dari letak atau wilayah dari desa Jepang yang memang terletak di jalur jalan lingkar secara geografis maka hal ini sangat menguntungkan juga bagi mereka para pengrajin untuk dapat memperluas wilayah pemasaran mereka.

Diketahui bahwa jalur itu merupakan jalur utama dan juga jalur ramai yang dilalui oleh masyarakat sekitar bahkan masyarakat manca wilayah.

Kesadaran masyarakat terhadap keberlangsungan adanya kerajinan bambu didesa Jepang ini sangat diperlukan terlebih lagi guna menjaga eksistensi dari kerajinan bambu tersebut.

Dari adanya kesadaran dari masyarakat dan kerjasama dengan pemerintah desa ini akan melahirkan lapangan-lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat desa Jepang dan tentunya diharapkan dapat menambah pendapatan desa dan juga masyarakat.

  • Bagikan