Antusiasme Warga Desa Getassrabi Dalam Kegiatan Vaksinasi Covid-19

  • Bagikan

KUDUS – Kegiatan vaksinasi sendiri dimasa sekarang ini merupakan program prioritas bagi para pemangku kebijakan dari tingkat global yaitu WHO sampai bagian paling lini yang berhadapan langsung dengan masyarakat yaitu puskesmas yang bekerja sama dengan pihak balaidesa, kegiatan ini tidak hanya sekedar ikut menjalankan program saja, akan tetapi hal ini dijalankan dengan tujuan mewujudkan herd immunity kekebalan kelompok dengan maksud mengurangi potensi efek distruktif dari penyakit menular , menginta dimasa sekarang ini sedang terjadi kejadian luar bisa yang berskala global yaitu wabah penyakit menular covid-19 atau yang biasa disebut corona virus.

Dimana merebanya wabah penyakit menular ini memberikan dampak yang begitu terasa dalam kehidupan masyarakat, seperti pendidikan, sosial dan ekonomi.

Untuk saati ini vaksinasi di dijadikan solusi yang paling efektif dalam mewujudkan masyarakat yang mencapai titik herd immunity, selain pengetatan prokes, pemeritah sendiri sudah mengatur kegiatan vaksinasi dalam Perpres No.99 Tahun 2020 dimana dalam perpres tersebut dimaksudkan agar bisa lebih mudah dalam percepatan pengadaan vaksin, sampai pelaksanaan vaksinasi itu sendiri.

Dalam berjalannya program pemerintah ini, tentu proses pelaksanaanya perlu sosialisasi yang efektif dimana latar belakang masyarakat yang berbeda-beda menimbulkan asumsi yang berbeda pula dalam melihat program vaksinasi pemerintah, sebagai contoh respon masyarakat yang berbeda-beda terhadap paradigma ilmiyah tentang fenomena covid-19 ini, akan tetapi bila sosialisasi serta komunikasi berjalan dengan efektif tentu akan memudahkan dalam kesuksesan program vaksinasi ini, sebagai contoh kegiatan vaksinasi yang diadakan di balaidesa getassrabi. Jumu’ah (10/09/2021).

Dimana dari hasil yang didapat menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin meningkat terhadap pentingnya vaksin, ditamba dengan komunikasi masyarakat dengan pemerintah desa yang dibilang efektif , informasi yang cepat tersebar menimbulkan respon luar biasa dari masyarakat, dapat dilihat dari kuota 174 0rang dalam kegiatan pendaftaran bisa langsung habis dalam jangka waktu satu setengah jam, tidak hanya disaat pendaftaran , antusisame juga Nampak saat kegiatan terlaksana ,dilihat dari kehadiran yang berburu saiapa yang datang lebih awal, sebagian masyarakat memahami betapa pentingnya vaksinasi terhadap situasi kedepannya sehingga memilih untuk ikut vaksin demi kesehatan yang lebih baik ,serta ada yang iku vaksinasi guna untuk kebutuhan admisnistrasi, kuota yang terbatas tidak sebanding dengan warga yang antusias dalam berparisipasi dalam kegiatan vaksinasi, seingga banyak warga yang belum mendapatkan kuota , disini dapat dilihat dimasyarakat desa getassrabi selain komunikasi serta sosialisasi yang baik oleh pemerintah , dapat dilihat pula kesadaran masyarakat yang semakin meningkat terhadap kesehatan yang lebih baik lagi.

Dari kegiatan yang sudah berlangsung warga antusias datang lebih awal dari jadwal awal mulai kegiatan , sehingga imbas dari antusiasme yang tinggi ini, berkas serta blanko yang dikumpulkan langsung penuh , dimana pada waktu tersebut panitia masih butuh persiapan serta brifing yang lebih lagi guna kegiatan bisa berjalan lebih efektif.

Demi kegiatan agar bisa mulai lebih awal mahasiswa KKN dari IAIN dan UMK ikut membantu dalam pelaksanaan dari mulai administrasi sampai proses screaning untuk kemudian dilaksanakan penyuntikan, dengan adanya mahasiswa KKN ini dapat membantu kinerja petugas dari puskesmas sehingga kegiatan bisa berjalan lebih efektif.

Kegiatan yang terlaksana dari awal yaitu proses pengumpulan berkas untuk selanjutnya di screaning, setelah lolos dilakukan penyuntikan vaksin terhadap warga yang terdaftar, dan pada proses terakhir warga menunggu pencetakan bukti kartu vaksin, dari kegiatan yang berlangsung didapati beberapa kendala akan tetapi masih bisa terkendali.

Antusias nunggu vaksin

Diantaranya warga yang mendaftar akan tetapi tidak hadir sebanyak tiga orang, serta warga yang ikut dengan menggunakan blanko yang tidak resmi dari balaidesa, untuk masalah lain yaitu bebrapa warga yang tidak lolos screaning karena mengalami hipertensi , dari permasalahan tersebut dapat teratasi dengan mengganti warga yang tidak hadir dan tidak lolos dengan warga lain yang ingin juga mendapatkan vaksin.(*)

  • Bagikan