Ajarkan Literasi Keagamaan, KKN-IK IAIN Kudus Ajak Siswa Bereksperimen

  • Bagikan

KUDUS – Untuk menumbuhkan pemahaman anak pada bidang keagamaan, Tim KKN-IK IAIN Kudus telah mengajarkan cara bereksperimen dengan menanamkan nilai keagamaan pada anak usia dini. Sasarannya siswa PAUD Kartika 01 di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati (24/9/2021).

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja kelompok KKN-IK Loram Kulon 2 dengan tujuan agar anak-anak usia dini bisa menambah literasi keagamaannya melalui eksperimen pelangi. Kegiatan literasi keagamaan dengan eksperimen tersebut dilakukan di kelas gedung PAUD Kartika 01 Loram Kulon. Bahan yang digunakan dalam eksperimen pelangi sangatlah sederhana dan tidak memerlukan banyak biaya. Diantara bahan yang digunakan yaitu tinta warna, tissu, dan gelas plastik.

Kegiatan pembinaan literasi keagamaan sekaligus sains ini bermaksud mengajarkan anak-anak usia dini untuk mengetahui rukun Islam yang mencakup kalimat syahadat, sholat, puasa, zakat, dan haji. Manfaat lainnya juga dapat mengetahui siapa pencipta pelangi. Selain itu, kegiatan eksperimen pelangi ini sangat cocok diintegrasikan pada anak usia dini agar lebih mudah tertarik untuk belajar, supaya anak juga tidak bosan. “Semoga dengan upaya eksperimen ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi anak-anak tentang keagamaan, terutama dalam proses pembelajaran,” tutur Titik, Kepala Sekolah PAUD Kartika 01 Loram Kulon.

Sementara itu, Mahasiswa PIAUD IAIN Kudus, Fairuzuluthfin selaku penanggungjawab program kerja tersebut mengatakan, dengan bereksperimen seperti ini sangat cocok untuk dilakukan pada saat ini, karena dapat mengembangkan aspek perkembangan anak seperti, kognitif, fisik motorik, bahasa, moral dan agama, sosial-emosional serta seni. Kreativitas dan inovasi guru dalam membuat APE sangat diperlukan dalam pengembangan kemampuan sains dan agama anak di sekolah mengakibatkan kurang bervariasinya metode pembelajaran sehingga anak tidak mampu mengkonstruksi pengetahuannya sendiri mengenai sains, agama dan pengetahuan lainnya. Untuk itu diharapkan permainan dan eksperimen ini bisa menjadi salah satu referensi guru dalam mengembangkan metode pembelajaran di sekolah terutama pengembangan sains dan agama anak.

Selain itu menurut maulida, wakil koordinator KKN-IK desa Loram Kulon 2, kegiatan eksperimen pelangi ini selain untuk pembelajaran juga mengajak anak untuk lebih mengenal warna, dan mengetahui rukun islam.
“Harapan dengan adanya kegiatan yang di laksanakan ini mampu mengatasi dan menjadi solusi belajar interaktif untuk siswa usia dini. Sehingga kedepannya juga dapat diterapkan pada pembelajaran” imbuhnya.

(Najib Iqom El Hikam)

  • Bagikan